JellyPages.com

Selasa, 06 Maret 2012

My Holiday ^.^

hay... hay...
Sebenarnya aku mau menerbitkan Entri ini dari awal tahun kemaren, sesudah liburan smester, cuma baru kesampen dan selesai buatmya sekarang, jadi baru nerbitkan sekarang de. Tapi gak masalah kan?
Soalnya kan yang penting pengalamannya, hehehehe


Liburan semester kali kmren cukup menyenangkan, walau ada sedihnya juga. Semua cukup membuat aku bisa tersenyum senang, walau terkadang juga menangis haru T.T

Awal dari liburan kali ini di mulai dari tanggal 31 Desember 2010 (malam tahun baru). Memang sih malam tahun baru kali ini rada beda, karena kerasa rada suram tanpa Abi dan kakak ku. Tapi paginya serasa senang banget, karena aku dapat keliling-keliling kota Yogyakarta. Karena liburan ku kali ini hanya bersama Umi dan 2 adikku. Hari pertama sebelum malam tahun baru kami keliling ke kota Yogya, salah satunya ke Malioboro. Seneng banget, di sana kita keliling-keliling naik delman.



Setelah puas mengelilingi kota Yogya kita pun kembali tancap gas mencari tempat lain, ke bangunan yang pastinya sudah terkenal banget, yaitu Candi Borobudur. Butuh tenaga dan butuh kesabaran untuk dapat mencapai puncaknya, karena sangat jauh dan tinggi banget. Cape rasanya setelah mendaki ke atas puncaknya, tapi terasa puas karena bisa sampai ke atas. Setelah sampai di atas, kita dapat melihat pemandangan yang indah banget.



Setelah puas melihat pemandangan yang indah banget di atas, kami pun keliling-keliling sekitar atas Candi Borobudur dan tak lupa berfoto-foto juga.


Puas berkeliling-keliling di Candi Borobudur, aku dan keluargaku pun kembali tancap gas untuk segera menuju tempat keluarga Umi ku, yaitu menuju kota Demak. Perjalanan menuju Demak jauh banget dan lumayan lama, sampe bosan ada di dalam mobil. Saat dalam perjalanan ke sana hujan turun lumayan deras, padahal saat itu adalah malam tahun baru, jadi deh gak bisa liat pesta kembang api. Padahal sayang banget, belum tentu setahun sekali bisa tahun baruan di jawa bareng keluarga di sana. Malam tahun baru aku jadi suram deh, tapi gak apa lah, karena paginya kan udah cukup menyenangkan, jadi malam tahun barunya tinggal istirahat dalam kamar deh, tapi sebelum tidur aku sempat sms-an dulu sama teman-teman aku di Samarinda. Ternyata di Samarinta malam tahun baru cuacanya cerah enggak ada hujan, jadi enggak suram kaya aku di Demak. 

Malam tahun baru pun berlalu dan segera berganti dengan pagi yang cerah. Saat itulah Umi bersiap untuk reuni SMA, tapi sebelum kita berangkat ke tempat teman Umi, aku, Umi dan kakak sepupu ku pergi dulu ke makam nenek, kakek, dan buyut aku. Enggak lama setelah pulang dari makam, kita pun segera berangkat ke tempat reunian Umi. Agak bete sih nungguin Umi reunian sama teman-temannya, tapi biarlah yang penting Umi Happy aku juga bahagia. Karena rada bete jadi cari hiburan sendiri deh bareng adikku yang kecil & sepupu ku. Mereka  juga nampak bete sih, yah enggak jauh beda sama aku, tapi mereka diam aja enggak banyak omong. Lumayan menyenangkan lah.

*muka rada bete*

Habis selesai memani Umi reunian sama teman-temannya, kami go to Kudus, keliling-keliling kota Kudus. Setelah puas keliling Kudus, kami pun makan-makan ke tempat makan yang cukup terkenal di wilayah itu, yaitu di Soto Pak Denuh. Aku pikir yang namanya soto di sana itu sama dengan soto yang ada di sini, ternyata enggak. Soto di sana di suguhkan dalam mangkok yang agak kecil terus isinya juga sedikit beda deh pokoknya. Soto disana itu imut-imut tapi bisa bikin kenyang perut.

Sudah makan-makan kita pun kembali kerumah pa'de aku yang ada di Demak. Setelah sampai di sana aku dan Umi segera bergegas packing barang-barang untuk segera melanjutkan perjalanan ke kota Semarang. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan agak lama, akhirnya kami pun sampai di Semarang di rumah bude aku dari Abi, saat itu udah agak malam ba'da Mahgrib. Saat aku sampai di sana, aku cuma ketemu sama tante, om, dan sepupuku aja. Aku enggak ketemu sama bude dan kakak sepupuku (mas Icha), karena ternyata mereka lagi ada di Bandung besok pagi baru sampai ke Semarang. Ya enggak apa lah, yang penting itu kita sudah sampe di sana dengan selamat.

Besok paginya hujan rintik-rintik pun turun. Setelah aku selesai mandi, shalat dan bersih-bersih enggak lama Bude aku pun datang dengan mas Icha dan tanpa di sangka-sangka ternyata aku juga dapat bertemu dengan sepupu aku yang sudah sekian lama banget enggak pernah ketemu, akhirnya bisa ketemu juga (#hedeeehh -.- lebeh ya), yaitu ketemu sama mas Ardy ato lebih akrab di sapa mas Aal bersama istrinya. Uughhhh senangnya bisa ketemu sama kakak sepupu itu, soalnya kalau enggak salah aku udah 11 tahun enggak pernah ketemu sma dia.

Setelah hujan udah agak reda, Umi pun ternyata sudah janjian sama temannya buat jalan-jalan keliling kota Semarang, tapi sebelumnya umi pesan sama sepupuku dan om aku buat nyariin tiket ke Bandung malam ini. Awal dari jalan-jalan kita di Semarang, kita pergi ke Masjid Agung Semarang yang udah terkenal banget dengan payung besarnya itu.



Masjid Agung Semarang ini luas banget, bagus juga lagi bangunannya dan juga eksteriornya, pokoknya cantik dan unik banget deh. Selain bentuk bangunan dan eksteriornya yang bagus dan unik, masjid ini juga punya menara yang sangat tinggi banget.



Dimana dari atas menara itu kita bisa melihat pemandangan yang indah banget. Tinggi menara itu sama dengan jumlah asmaul husnah, yaitu tingginya sekitar 99 meter dari atas permukaan tanah. Jadi dari atas menara itu kita bisa melihat wilayah kota Semarang seluruhnya, bagus banget deh pokoknya pemandangan yang bisa kita lihat dari atas menara itu.





Setelah puas melihat-lihat pemandangan kota Semarang dari atas menara mesjid Agung, kita pun kembali pindah haluan ke tempat wisata yang lain, yang lebih seru. Tempat tujuan kita berikutnya adalah Lawang Sewu. Di sana merupakan tempat yang mungkin sudah terkenal banget karena nilai mistisnya yang amat tinggi. Karena hal yang seperti itulah yang membuat kami semakin penasaran untuk pergi ke sana dan berkeliling di tempat tersebut. Walau ada beberapa orang yang bilang bahwa tempat tersebut sangat mengerikan, tapi buat kami tempat itu biasa-biasa saja, enggak begitu mengerikan. Hanya memang terdapat beberapa tempat yang sunyi, sehingga tampak sedikit menyeramkan. Awal setelah sampai di sana, kita pergi menelusuri ke bagian lorong bawah tanah terlebih dahulu, karena saat itu hari sudah sangat sore dan jalan masuk ke lorong tersebut akan di tutup jam 5 sore. Jadi kami masuk ke dalam lorong di pandu oleh seorang pemandu khusus memandu di dalam lorong tersebut.

Ternyata singkat cerita, lorong bawah tanah yang ada di Lawang Sewu itu adalah tempat saluran air pada zaman Belanda yang di dalamnya terdapat penjara jongkok dan penjara berdiri pada zaman Jepang. Penjara jongkok dan penjara berdiri itu pun masing masing setiap satu tempat di isi oleh 6 orang. dimana orang yang berada di dalam penjara tersebut dipenjarakan hingga tewas, jika dia tidak tewas seperti yang di inginkan, maka ia akan di bunuh dengan cara di penggal kepalanya hidup-hidup. Tetapi bentuk dari penjara jongkok dan penjara berdiri itu seperti tidak layak sekali dan sangat menyiksa. Karena misalnya saja untuk yang penjara jongkok, tempatnya itu sangat sempit, pendek dan gelap. Begitu juga dengan penjara berdiri, tempatnya sangat sempit sekali dan tampak sepertinya mustahil untuk satu sel tahanan tersebut dapat di huni oleh sekitar 6 orang.

Selain terdapat penjara-penjaranya, lorong tersebut juga memiliki ruang eksekusi, dimana tempat tersebut sama seperti penjara jongkok. Tetapi hanya saja di tempat itu terdapat 4 papan kayu, tempat berdirinya meja eksekusi dan di bagian samping kanan dan samping kirinya terdapat tempat untuk penyerapan darahnya. Setelah itu ada terdapat lubang lorong, yaitu tempat pembuangan mayat-mayat para tahanan yang telah mati. Sangat mengerikan sekali deh dengar cerita-cerita yang ada tentang lorong tersebut dan ceritanya juga cukup buat aku rada takut dan rada kasihan juga...

 *ni lorong bawah tanahnya, di samping kanan-kiri
terdapat pipa air*







Selepas puas berkeliling di bagian lorong bawah tanah nya, kami pun lanjut berkeliling lagi di bagian atas Lawang Sewu. Ternyata, nama dari Lawang Sewu itu bukan di ambil karena banyak jumlah pintu yang ada di sana, tetapi yang benar adalah jumlah dari daun pintu yang ada di sana. Karena jika di hitung jumlah pintu yang ada di sana kurang dari 1000, tapi jika di hitung per daun pintu, maka jumlahnya bisa lebih dari 1000.

Dibagian atas Lawang sewu, terdapat 2 ruangan yang cukup luas dan besar. Ruangan tersebut terpisah akan lorong. Bagian yang satunya adalah ruangan untuk berdansa pada waktu jaman belanda, sedangkan yang satunya lagi adalah tempat menginapnya / tempat tidurnya. Memang sih kalau di lihat sekilas bagian lorong atas dan bawahnya agak serem gimana gitu, soalnya di sana sepi banget. Tapi bukan berarti aku takut, malah itu yang bisa buat aku makin penasaran atas tempat tersebut. Pokoknya di sana itu seru banget sih, banyak ruang dan eksterior yang unik-unik.

                                      *lorong bagian ruangan atas*                                  *lorong bagian ruangan bawah*      







Seru banget rasanya bisa jalan-jalan keliling-keliling di lawang sewu. Setelah pulang dari sana hari sudah semakin gelap dan akhirnya kita semua memutuskan untuk langsung balik aja ke rumah.

Esok harinya rencananya aku, umi dan adek-adeku mau ke bandung malamnya ternyata kita kehabisan tiket bis malam, jadi kami baru dapat tiket itu sekitar tanggal 4 januari. Awalnya kita mau berangkatnya tanggal 2 tapi jadi ketahan 2 hari lebih deh di Semarang. Biar gitu tapi tetap bisa senang soalnya bisa keliling di kota Semarang baren bude aku yang Gaul abis.

Akhirnya setelah menunggu 2 hari di Semarang aku dapat tiket bis malam juga untuk ke Bandung. Butuh perjuangan untuk dapat itu tiket, soalnya harus telpon sana sini tanpa ada kepastian yang jelas, setelah itu langsung aja kita jabanin tempat yang ada disana. Sudah itu masih harus nunggu lagi, tapi gak apa-apa deh yang penting liburan ku asyik dan seru. Setelah itu malam keberangkatan ku ke Bandung pun datang. Awalnya kita sudah di wanti-wanti tu sama mba-mbanya yang waktu aku beli tiket, katanya bisnya itu datangnya jam 8 dari tempat keberangkatannya, eh taunya kita udah siap stand by di sana sebelum jam 8 bisnya belum datang-datang. Padahal kami sudah memilih bis yang paling bagus di sana, ternyata ebrek-ebrek. Akhirnya bis datang jam 9 lewat, dengan perasaan yang rada kesal akhirnya aku naek itu bis. Setelah jalan, ternyata di tengah-tengah perjalanan bisnya itu ada masalah di bagian mesin dan suasana di dalam bis itu lumayan sangat membuat kami (semua penumpang) panik. Suasana di dalam bis jadi ada banyak asap dan bau banget. setelah menunggu kurang lebih 20 menit kita naik lagi ke dalam bis, walau baunya masih ada tercium, tapi kita sudah di perbolehkan kembali lagi duduk di dalam bis tersebut. Gara-gara keterlambatan datang bis yang lumayan lama itu dan karena ada masalah di bagian mesin bis, akhirnya jadwal kedatangan kami pun jadiikut tertunda lumayan lama. Yang seharusnya kami sudah sampai jam 4 subuh di bandung, ini jadi jam 8 pagi. Lumayan banget kan?

Rencana untuk jalan-jalan di Bandung pun jadi kurang maksimal gara-gara waktu yang selalu aja kurang tepat. Tapi biar kaya gitu tetap membuat aku udah senang banget, karena yang terpenting buat aku adalah aku bisa berkumpul dengan saudara-saudaraku yang ada disana. Karena belum tentu setahun sekali aku bisa melihat mereka dan bersama mereka selalu. Hari-hari terakhir sebelum aku ke Jakarta dan balik ke Samarinda aku pergi ke tempat saudaraku di Garut dan Purwakarta. Di Garut keluarga ku dan saudara-saudaraku sempat bermain-main sejenak sambil me-refresh otak ke pemandian air panas di daerah dekat kawah darajat. 






Setelah jalan-jalan ke Garut, besoknya kami pergi lagi ke Purwakatra, untuk jengukin bude aku yang lagi sakit disana sekalian pamitan mau balik ke Samarinda, dan pas banget waktu itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya keponakan aku yang ada di sana. Jadi Rame banget, pake acara keplok telor juga lagi,, aseeeeeeeeeeek deh pokoknya



  <--- targetnya duduk di paling pojok nii





*aseek-aseek dapat hadiah plus2*


*muka pasrah*


*anaknya di kerjain, mamanya malah tertawa bangga di belakang*


*ponakkan ku ndut-ndut kan, lucu-lucu*



Setelah puas kami pun pulang dengan membawa sebuah memori yang sudah penuh dengan kebahagiaan yang tak ternilai harganya dan takkan pernah terlupa sampai kapan pun.






Semua kenangan itu akhirnya bisa dirangkai menjadi satu dan semua ini akan terukir selalu di dalam memori otak dan hatiku. Terimakasih ya Allah, terimakasih Abi dan Umi, & terimakasih SEMUANYA :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar